4January2010
Posted by admin under: News.
Jakarta, (ANTARA News) – Sutradara Garin Nugroho mengatakan dirinya akan “cuti” sementara untuk membuat film di tahun 2010.
“Saya cuti dulu pada tahun 2010 ini,” kata Garin Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Garin menjelaskan, sepanjang tahun 2010 dirinya akan fokus kepada pementasan teater yang diadaptasi dari film musikal Opera Jawa yang disutradarainya.
“Saya fokus dulu kepada beberapa pementasan teater yang diadaptasi dari Opera Jawa,” katanya.
Pentas teater tersebut akan berlangsung di beberapa negara diantaranya Paris dan Swiss.
“Film Opera Jawa telah memperoleh sejumlah penghargaan untuk tata musik terbaik. Teater ini juga cukup kaya akan musik dan tari,” katanya.
Ia melanjutkan pada tahun 2011, dia akan kembali menyutradarai film Indonesia. Namun demikian ia belum dapat memberikan bocoran mengenai film apa yang akan ia garap tersebut.
“Pada 2011 saya akan kembali membuat film Indonesia,” katanya.
Dirinya juga akan membuka kesempatan lebar untuk bekerjasama dengan para pelaku film yang selama ini belum diberi ruang untuk menunjukkan kemampuannya dalam membuat film.
“Banyak generasi baru yang punya kemampuan untuk membuat film, dan saya akan memberikan ruang untuk mereka,” katanya.(*)
15November2009
Posted by admin under: Uncategorized.
Yogyakarta (ANTARA News) – Sutradara film yang kini juga menelurkan sebuah buku berjudul “SBY Superhero”, Garin Nugroho menyatakan bahwa buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik.
Menurut Garin Nugroho dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu, buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia dengan beragam masalah namun tidak ada penyelesaian akhirnya.
“Seperti masalah KPK sekarang, masyarakat sepertinya disuguhi opera sabun dengan banyak tokoh yang berperan di dalamnya,” katanya.
Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu bertindak progresif dengan membuat terobosan dalam masalah tersebut dan tidak hanya mengadalkan konsensus.
“Jika tidak ada tindakan terobosan dari Presiden, masyarakat tidak akan tahu mana yang benar atau salah,” katanya.
Sementara itu, seniman asal Yogyakarta Djoko Pekik menyatakan kebingungannya akan alasan Garin menggunakan kata “superhero” dalam buku tersebut. “Tetapi setelah membaca saya jadi tahu alasannya,” katanya.
Ia berharap kondisi masyarakat Indonesia semakin baik begitu pula pemimpinnya.
Dalam bedah buku tersebut juga dimeriahkan pertunjukan sulap dari Tedjo Bagus yang menggambarkan “permainan” elite politik untuk meraih kemenangan.
“Saya lebih memilih main sulap untuk mengkritisi buku ini, karena belum pernah ada sebelumnya orang yang membedah buku melalui sulap,” katanya setengah bercanda.
Permainan sulap yang dipertunjukkannya,antara lain menghilangkan barang dan juga menyulap sebuah barang menjadi barang dalam wujud lain.(*)