<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>garinnugroho.com</title>
	<atom:link href="http://www.garinnugroho.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.garinnugroho.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 07:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Opera Jawa in Tropen Museum Amsterdam</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/08/opera-jawa-in-tropen-museum-amsterdam/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/08/opera-jawa-in-tropen-museum-amsterdam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 07:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Opera Jawa is the theatrical production of the film Opera Jawa by Indonesian film director Garin Nugroho. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Opera Jawa is the theatrical production of the film Opera Jawa by Indonesian film director Garin Nugroho.</p>
<p>Garin Nugroho, who is Indonesia&#8217;s leading independent filmmaker has made a radical new musical and dance version of the central story in the Ramayana: The Abduction of Sita. Sita, the wife of Rama, is abducted by Ravana.</p>
<p>The Ramayana is one of the world&#8217;s great epic narratives and has spread throughout South East Asia. Its stories have been re-told as a Muslim tale, too, and in such different forms as painting, dance and puppetry.</p>
<p>Garin sets his Opera Java firmly in contemporary Indonesia and takes this version from the wayang or puppet theatre. Its transformations and re-interpretations are a reflection of different cultures and different times.</p>
<p>The film and the theatre production tells of a passionate love triangle between three former dancers who had once performed that same Ramayana story in its traditional Javanese wayang orang version.  It is a love triangle that leads to conflict and violence. Rama, his wife Siti and Ravana.</p>
<p>He has always been in love with this beautiful woman and now abducts and tries to seduce her. Inevitably the two men begin to fight over Siti. Caught between these two men, Siti struggles to find her own way.</p>
<p>Garin Nugroho&#8217;s artistic language is unmistakable:<br />
The dialogues are sung and the actions danced. For Nugroho &#8220;This is a requiem presented through a combination of gamelan, Javanese song (tembang), dance, costume, acting, visual art and installations. It is inspired by a Javanese culture that develops and grows in the midst of multicultural expression.&#8221;<br />
Nugroho thus creates a new kind of musical, an opera for the 21st century.</p>
<p>If Opera Jawa is a requiem, showing where violence might lead, it is also a celebration: a celebration of creativity and of the diversity of voices and cultures in Indonesia.</p>
<p>The performance can be understood by those knowledgeable of Indonesian society and culture; it boldly combines popular, classic and modern forms of dance and performance, variously drawn from communities in the mountains, beaches and palaces of central Java.</p>
<p>At the same time it can be enjoyed by others as would an opera with its classic format of two men fighting for the love and possession of a woman.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" bordercolor="#000000">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="140">Screenplay</td>
<td width="11">:</td>
<td>GARIN NUGROHO &amp; ARMANTONO</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Dir of photography</td>
<td>:</td>
<td>TEOH GAY HIAN</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Music</td>
<td>:</td>
<td>RAHAYU SUPANGGAH</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Editing</td>
<td>:</td>
<td>ANDHY PULUNG</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Costumes</td>
<td>:</td>
<td>SAMUEL WATIMENA</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Set</td>
<td>:</td>
<td>NANANG RAKHMAT HIDAYAT</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Producer</td>
<td>:</td>
<td>Garin Nugroho</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Production company</td>
<td>:</td>
<td>SET Film Workshop</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Co-producer</td>
<td>:</td>
<td>Simon Field &amp; Keith Griffiths Illuminations</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Co-production company</td>
<td>:</td>
<td>Produced with financial support of New Crowned Hope Festival Vienna 2006 / Goteborg Film Festival Fund / Hubert Bals Fund of The International Film Festival Rotterdam</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/08/opera-jawa-in-tropen-museum-amsterdam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: Kualitas Film Indonesia Membaik 2010</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 23:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film Garin Nugroho mengatakan bahwa kualitas film Indonesia akan lebih baik pada 2010, berbeda dengan 2009 yang jumlahnya banyak namun kualitasnya turun. Garin di Jakarta Kamis menegaskan bahwa sepanjang pengamatannya di tahun 2009 perfilman Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah, namun kualitasnya menurun. &#8220;Kalau dari segi jumlah meningkat namun dari segi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film Garin Nugroho mengatakan bahwa kualitas film Indonesia akan lebih baik pada 2010, berbeda dengan 2009 yang jumlahnya banyak namun kualitasnya turun.</p>
<p>Garin di Jakarta Kamis menegaskan bahwa sepanjang pengamatannya di tahun 2009 perfilman Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah, namun kualitasnya menurun.</p>
<p>&#8220;Kalau dari segi jumlah meningkat namun dari segi kualitas film kita menurun sepanjang 2009,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengakui, kualitas film Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, atau Filipina.</p>
<p>Pada 2010, ia yakin bahwa peningkatan kualitas film Indonesia akan terjadi seiring lahirnya sineas generasi baru pasca-Riri Riza, Nia Dinata, dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Akan lahir generasi baru yang sehebat Riri Riza, Nia Dinata dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski demikian, ia memprediksi bahwa peningkatan kualitas film Indonesia di 2010 tidak terlalu signifikan.</p>
<p>Generasi baru yang akan muncul berasal dari wajah baru ataupun wajah lama yang selama ini belum diberi ruang.</p>
<p>&#8220;Saya optimis bahwa kualitas perfilman di Indonesia akan terus mengalami peningkatan di tangan sutradara handal yang sudah ada dan lahirnya para generasi baru mendatang,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho Suka Mengumpulkan Benda Seni</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 23:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengaku suka mengumpulkan benda-benda seni dan langka yang di dapatnya dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Pria kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, menjelaskan benda seni yang dimaksud adalah lukisan dan pajangan-pajangan unik dan antik. Ia menyimpan benda-benda seni yang dikumpulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengaku suka mengumpulkan benda-benda seni dan langka yang di dapatnya dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.</p>
<p>Pria kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, menjelaskan benda seni yang dimaksud adalah lukisan dan pajangan-pajangan unik dan antik.</p>
<p>Ia menyimpan benda-benda seni yang dikumpulkan dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri itu di rumahnya.</p>
<p>Khusus Indonesia, sutradara dari film Daun Di Atas Bantal itu mengaku suka berburu barang seni yang unik dan langka di Jogjakarta, Bali dan banyak kota lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya suka ke Jogjakarta, Bali dan beberapa tempat lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun dari seluruh barang seni, ia mengaku paling menyukai lukisan dengan berbagai corak. Meski demikian, ia mengaku suka semua benda seni yang dimilikinya tanpa ada satu yang dianggapnya paling favorit.</p>
<p>Ia juga mengatakan benda seni yang ia kumpulkan cukup banyak sehingga sulit untuk mengingat jumlah pastinya.</p>
<p>Pentolan dari tim teater Opera Jawa itu juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada kesibukan, ia lebih suka berada di rumah bersama keluarga dan menikmati benda-benda seni yang ia kumpulkan. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho &#8220;Cuti&#8221; Buat Film di 2010</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-cuti-buat-film-di-2010/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-cuti-buat-film-di-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 23:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengatakan dirinya akan &#8220;cuti&#8221; sementara untuk membuat film di tahun 2010. &#8220;Saya cuti dulu pada tahun 2010 ini,&#8221; kata Garin Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Garin menjelaskan, sepanjang tahun 2010 dirinya akan fokus kepada pementasan teater yang diadaptasi dari film musikal Opera Jawa yang disutradarainya. &#8220;Saya fokus dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengatakan dirinya akan &#8220;cuti&#8221; sementara untuk membuat film di tahun 2010.</p>
<p>&#8220;Saya cuti dulu pada tahun 2010 ini,&#8221; kata Garin Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin.</p>
<p>Garin menjelaskan, sepanjang tahun 2010 dirinya akan fokus kepada pementasan teater yang diadaptasi dari film musikal Opera Jawa yang disutradarainya.</p>
<p>&#8220;Saya fokus dulu kepada beberapa pementasan teater yang diadaptasi dari Opera Jawa,&#8221; katanya.</p>
<p>Pentas teater tersebut akan berlangsung di beberapa negara diantaranya Paris dan Swiss.</p>
<p>&#8220;Film Opera Jawa telah memperoleh sejumlah penghargaan untuk tata musik terbaik. Teater ini juga cukup kaya akan musik dan tari,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia melanjutkan pada tahun 2011, dia akan kembali menyutradarai film Indonesia. Namun demikian ia belum dapat memberikan bocoran mengenai film apa yang akan ia garap tersebut.</p>
<p>&#8220;Pada 2011 saya akan kembali membuat film Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Dirinya juga akan membuka kesempatan lebar untuk bekerjasama dengan para pelaku film yang selama ini belum diberi ruang untuk menunjukkan kemampuannya dalam membuat film.</p>
<p>&#8220;Banyak generasi baru yang punya kemampuan untuk membuat film, dan saya akan memberikan ruang untuk mereka,&#8221; katanya.(*)</p>
<div>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
    tweetmeme_style = 'compact';
// ]]&gt;</script> <script src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js" type="text/javascript"></script></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-cuti-buat-film-di-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin: Buku Saya Murni Olok-Olok Politik</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 23:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film yang kini juga menelurkan sebuah buku berjudul &#8220;SBY Superhero&#8221;, Garin Nugroho menyatakan bahwa buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik. Menurut Garin Nugroho dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu, buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film yang kini juga menelurkan sebuah buku berjudul &#8220;SBY Superhero&#8221;, Garin Nugroho menyatakan bahwa buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik.</p>
<p>Menurut Garin Nugroho dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu, buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia dengan beragam masalah namun tidak ada penyelesaian akhirnya.</p>
<p>&#8220;Seperti masalah KPK sekarang, masyarakat sepertinya disuguhi opera sabun dengan banyak tokoh yang berperan di dalamnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu bertindak progresif dengan membuat terobosan dalam masalah tersebut dan tidak hanya mengadalkan konsensus.</p>
<p>&#8220;Jika tidak ada tindakan terobosan dari Presiden, masyarakat tidak akan tahu mana yang benar atau salah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, seniman asal Yogyakarta Djoko Pekik menyatakan kebingungannya akan alasan Garin menggunakan kata &#8220;superhero&#8221; dalam buku tersebut. &#8220;Tetapi setelah membaca saya jadi tahu alasannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap kondisi masyarakat Indonesia semakin baik begitu pula pemimpinnya.</p>
<p>Dalam bedah buku tersebut juga dimeriahkan pertunjukan sulap dari Tedjo Bagus yang menggambarkan &#8220;permainan&#8221; elite politik untuk meraih kemenangan.</p>
<p>&#8220;Saya lebih memilih main sulap untuk mengkritisi buku ini, karena belum pernah ada sebelumnya orang yang membedah buku melalui sulap,&#8221; katanya setengah bercanda.</p>
<p>Permainan sulap yang dipertunjukkannya,antara lain menghilangkan barang dan juga menyulap sebuah barang menjadi barang dalam wujud lain.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggagas Festival Lima Gunung Raih Penghargaan</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 23:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) memberikan penghargaan kepada penggagas Festival lima gunung di Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut. Direktur Yayasan SET, Garin Nugroho secara langsung memberikan penghargaan tersebut kepada Tanto Mendut pada acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22 Yayasan SET di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam. Garin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) memberikan penghargaan kepada penggagas Festival lima gunung di Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut.</p>
<p>Direktur Yayasan SET, Garin Nugroho secara langsung memberikan penghargaan tersebut kepada Tanto Mendut pada acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22 Yayasan SET di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam.</p>
<p>Garin salut kepada Tanto Mendut karena kegigihannya untuk memberdayakan masyarakat di lima gunung yaitu Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh dalam berkesenian.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri tidak sanggup untuk melakukannya. Di lima gunung banyak sekali partisipan seniman,&#8221; katanya.</p>
<p>Garin melihat komunitas lima gunung merupakan sebuah tempat workshop kesenian.</p>
<p>&#8220;Indonesia memerlukan mereka yang mengerti bagaimana mengembangkan partisipasi masyarakat tanpa menjadi sebuah proyek,&#8221; tambah Garin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Tanto Mendut mengatakan dirinya memilih tinggal di sekitar Candi Mendut, Kecamatan Borobudur, Magelang untuk mengekspresikan cara dia berkesenian.</p>
<p>Tanto Mendut berhasil menumbuhkan kepercayaan masyarakat desa untuk berekspresi, yang kini telah mampu tampil dalam berbagai panggung kesenian di berbagai daerah di Indonesia, bahkan pentas di luar negeri.</p>
<p>Meski berhasil menjadi masyarakat seni, penduduk desa lima gunung tersebut tidak berganti profesi dan tetap menjadi petani.</p>
<p>Festival lima gunung sendiri telah digelar delapan kali meski penyelenggaraannya bukan merupakan festival yang mewah dengan biaya besar.</p>
<p>Rangkaian acara HUT Yayasan SET juga menampilkan kolaborasi seni Garin Nugroho dan Franky Sahilatua, pidato kebudayaan dari aktivis Fadjrul Rakhman, dan pentas seni dari Nadine Candrawinata.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Yayasan SET meluncurkan mini seri Kisah Keluarga Parikin dengan sutradara Sugeng Wahyudi dan program baru Panggung Teater PADI serta pembuatan film di Wakatobi yang disutradarai Kamila Andini.</p>
<p>Acara yang digelar di Teater Kecil TIM tersebut dihadiri oleh aktivis anti korupsi Teten Masduki, anggota DPR Djojo Susilo dan Arif Mudatsir Mandan.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin &#8211; Franky Sepanggung Mendongeng Pancasila</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 23:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) &#8211; Sutradara film, Garin Nugroho dan penyanyi balada, Franky Sahilatua akan tampil sepanggung dalam acara &#8220;Dongeng Pancasila&#8221; yang diselenggarakan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Surabaya, 15 Juni mendatang. Hanif Nashrullah selaku panitia penyelenggara, di Surabaya, Jumat mengatakan, pertunjukan yang digelar di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu terbuka untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya (ANTARA News) &#8211; Sutradara film, Garin Nugroho dan penyanyi balada, Franky Sahilatua akan tampil sepanggung dalam acara &#8220;Dongeng Pancasila&#8221; yang diselenggarakan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Surabaya, 15 Juni mendatang.</p>
<p>Hanif Nashrullah selaku panitia penyelenggara, di Surabaya, Jumat mengatakan, pertunjukan yang digelar di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu terbuka untuk umum dan gratis.</p>
<p>&#8220;Kami berharap `Dongeng Pancasila` menjadi salah satu alternatif cara berkomunikasi dalam memberikan pendidikan kewarganegaraan kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Apalagi, menurut dia, di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan Pemilu Presiden 2009 justru semakin membuat masyarakat tidak cukup respek pada nilai dasar seperti Pancasila, karena hanya dianggap sebagai dongeng belaka.</p>
<p>Oleh karena itu, Garin Nugroho telah menyiapkan 14 cerita dongeng berisi pesan-pesan kebangsaan yang akan dibawakan dengan cerdas dan menarik dalam durasi 120 menit.</p>
<p>&#8220;Dia akan mengisahkan Pancasila lewat dongeng dengan kisah-kisah sederhana, seperti kisah Soekarno, Marcopollo, Tanah Damai dan Perang, dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Di tengah dongeng, Franky Sahilatua akan mendendangkan syair-syair yang dikenal sarat dengan tema sosial kemasyarakatan yang selama ini sering dimainkan di panggung-panggung musik nonkomersial.</p>
<p>Dalam setiap lagu yang dimainkan Franky, Garin akan mengajak hadirin mendengarkan dongeng demi dongeng sesuai dengan tema lagu tersebut.</p>
<p>&#8220;Nilai kebangsaan dikomunikasikan berdasarkan perjalanan kedua sosok seniman ini lewat dongeng. Sebuah dongeng gabungan antara visi, pengalaman, emosi, empati, dan cara berpihak terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat,&#8221; kata Hanif.  (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: Sineas Nasional Sering Berpikir Instan</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 23:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Para sineas atau pelakuk perfilman nasional sering berpikir instan dengan hanya menargetkan agar filmnya laku di pasaran, bukan mencari kualitas tontonan. &#8220;Buktinya, tidak ada satu pun film nasional yang layak diikutsertakan dalam festival internasional,&#8221; kata sutradara kawakan, Garin Nugroho di Jakarta, Rabu. Menurut Garin, para sineas nasional belakangan ini tidak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Para sineas atau pelakuk perfilman nasional sering berpikir instan dengan hanya menargetkan agar filmnya laku di pasaran, bukan mencari kualitas tontonan.</p>
<p>&#8220;Buktinya, tidak ada satu pun film nasional yang layak diikutsertakan dalam festival internasional,&#8221; kata sutradara kawakan, Garin Nugroho di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Menurut Garin, para sineas nasional belakangan ini tidak mau bersusah payah dan hanya ingin mendapatkan hasil yang cepat.</p>
<p>Akibatnya, film-film yang dihasilkan hanya dengan tujuan bisnis dan keuntungan semata, bukan menargetkan kualitas yang dapat diapresiasi.</p>
<p>Fenomena pola pikir instan sineas nasional itu dapat dilihat dari semakin menipisnya ketertarikan masyarakat untuk menonton film.</p>
<p>Meskipun jumlah film yang diproduksi cukup banyak tapi kemampuannya menjaring penonton masih sangat jauh dari harapan.</p>
<p>Selain cara penggarapan yang kurang profesional, thema-thema yang diangkat pun tidak bervariasi dan hanya itu-itu saja.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak horor, (thema yang diangkat) ya komedi seksual,&#8221; katanya.</p>
<p>Rendahnya kualitas perfilam nasional itu menyebabkan penyeleksi film internasional tidak mengikutkan hasil produksi Indonesia dalam festival tingkat dunia tersebut.</p>
<p>Selain itu, kata Garin, sulit didapatkan aktor dan aktris berkualitas yang mampu &#8220;menghanyutkan&#8221; penonton melalui peran yang dilakoni.</p>
<p>&#8220;Dari sekian banyak aktor dan aktris nasional, paling hanya tiga sampai lima orang yang bagus,&#8221; katanya.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Ajak Nadine Buat Film di Wakatobi</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2008/07/garin-ajak-nadine-buat-film-di-wakatobi/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2008/07/garin-ajak-nadine-buat-film-di-wakatobi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Kendari (ANTARA News) &#8211; Sutradara kawakan, Garin Nugroho, akan menggandeng Putri Indonesia 2007 Nadine Chandrawinata dalam pembuatan film layar lebar yang mengambil lokasi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keterlibatan Nadine dalam film itu dilatarbelakangi oleh kesuksesannya dalam mempromosikan keindahan bawah laut Pulau WAkatobi, kata Bupati Wakatobi, Hugua, di Kendari, Jumat. &#8220;Saya belum tahu judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kendari (ANTARA News) &#8211; Sutradara kawakan, Garin Nugroho, akan menggandeng Putri Indonesia 2007 Nadine Chandrawinata dalam pembuatan film layar lebar yang mengambil lokasi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).</p>
<p>Keterlibatan Nadine dalam film itu dilatarbelakangi oleh kesuksesannya dalam mempromosikan keindahan bawah laut Pulau WAkatobi, kata Bupati Wakatobi, Hugua, di Kendari, Jumat.</p>
<p>&#8220;Saya belum tahu judul film dan alur cerita yang akan diangkat dalam pembuatan film di Wakatobi, tetapi pihak produser melalui Nadine mungkin sudah pernah bercerita banyak dengan Sutradara Garin Nugroho tentang kisah keindahan taman laut di Wakatobi,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski mengaku belum bertemu langsung dengan Garin Nugroho, Hugua yakin bahwa keberadaan Nadine dalam film ini akan banyak mewarnai ide cerita karena putri Indonesia itu banyak berpengalaman dalam penyelaman di dasar laut.</p>
<p>Wakatobi menyambut gembira rencana pembuatan film di Wakatobi karena akan bermanfaat dalam mempromosikan potensi daerah dan sekaligus bisa menjadi ikon tujuan bagi wisatawan dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Menurut Hugua, secara pribadi artis cantik kelahiran Jerman 24 tahun silam itu juga sudah menyatakan keinginannya sebagai pemeran utama dalam film tersebut.</p>
<p>Nadine akan mengajak seluruh keluarganya, khususnya adik kembarnya, Marcel-Mischa Chandrawinata yang juga artis dan pemain sinetron untuk &#8220;bareng&#8221; dalam pembuatan film nanti, kata Hugua, mengutif pengakuan Nadine.(*)</p>
<p>Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/7/11/garin-ajak-nadine-buat-film-di-wakatobi/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2008/07/garin-ajak-nadine-buat-film-di-wakatobi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karya Teater Pertama Garin Nugroho Dipentaskan Di Swiss</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2008/07/karya-teater-pertama-garin-nugroho-dipentaskan-di-swiss/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2008/07/karya-teater-pertama-garin-nugroho-dipentaskan-di-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Solo, (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugorho, bakal menggelar karya teater pertamanya pada festival teater yang digelar di Theater Spektakel Swiss, 14-31 Agustus 2008. Garin yang ditemui di Solo, Sabtu, mengatakan, karya yang akan dipentaskan dalam festival yang juga diikuti kelompok teater dari 40 negara tersebut berjudul `The Iron Bed` atau Ranjang Besi. Menurut dia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo, (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugorho, bakal menggelar karya teater pertamanya pada festival teater yang digelar di Theater Spektakel Swiss, 14-31 Agustus 2008.</p>
<p>Garin yang ditemui di Solo, Sabtu, mengatakan, karya yang akan dipentaskan dalam festival yang juga diikuti kelompok teater dari 40 negara tersebut berjudul `The Iron Bed` atau Ranjang Besi.</p>
<p>Menurut dia, `The Iron Bed` merupakan karyanya yang diadaptasi dari film Opera Jawa yang juga disutradarainya.</p>
<p>&#8220;Film Opera Jawa telah memperoleh sejumlah penghargaan untuk tata musik terbaik. Teater ini juga cukup kaya akan musik dan tari,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam pemetasan ini, Garin juga menggandeng sejumlah seniman asal Solo, seperti Eko Suprianto, penata musik gamelan, Rahayu Supanggah, dan sebagainya.</p>
<p>Ia mengatakan, `The Iron Bed` merupakan suatu penafsiran dari kisah Ramayana, sebagai dialog diri kebinatangan dan kenaiban dalam tubuh manusia.</p>
<p>&#8220;Sering kali, kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan lebih menggunakan cara-cara `binatang`,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menuturkan, persiapan pemetasan karya teater pertamanya ini membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan.</p>
<p>Pementasan dengan durasi sekitar 1,5 jam ini, kata dia, akan dipentaskan sebanyak empat kali dalam festival di Swiss tersebut.(*)</p>
<p>Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/7/12/karya-teater-pertama-garin-nugroho-dipentaskan-di-swiss/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2008/07/karya-teater-pertama-garin-nugroho-dipentaskan-di-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
