<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>garinnugroho.com &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.garinnugroho.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.garinnugroho.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 07:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: Kualitas Film Indonesia Membaik 2010</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 23:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film Garin Nugroho mengatakan bahwa kualitas film Indonesia akan lebih baik pada 2010, berbeda dengan 2009 yang jumlahnya banyak namun kualitasnya turun. Garin di Jakarta Kamis menegaskan bahwa sepanjang pengamatannya di tahun 2009 perfilman Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah, namun kualitasnya menurun. &#8220;Kalau dari segi jumlah meningkat namun dari segi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film Garin Nugroho mengatakan bahwa kualitas film Indonesia akan lebih baik pada 2010, berbeda dengan 2009 yang jumlahnya banyak namun kualitasnya turun.</p>
<p>Garin di Jakarta Kamis menegaskan bahwa sepanjang pengamatannya di tahun 2009 perfilman Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah, namun kualitasnya menurun.</p>
<p>&#8220;Kalau dari segi jumlah meningkat namun dari segi kualitas film kita menurun sepanjang 2009,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengakui, kualitas film Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, atau Filipina.</p>
<p>Pada 2010, ia yakin bahwa peningkatan kualitas film Indonesia akan terjadi seiring lahirnya sineas generasi baru pasca-Riri Riza, Nia Dinata, dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Akan lahir generasi baru yang sehebat Riri Riza, Nia Dinata dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski demikian, ia memprediksi bahwa peningkatan kualitas film Indonesia di 2010 tidak terlalu signifikan.</p>
<p>Generasi baru yang akan muncul berasal dari wajah baru ataupun wajah lama yang selama ini belum diberi ruang.</p>
<p>&#8220;Saya optimis bahwa kualitas perfilman di Indonesia akan terus mengalami peningkatan di tangan sutradara handal yang sudah ada dan lahirnya para generasi baru mendatang,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-kualitas-film-indonesia-membaik-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho Suka Mengumpulkan Benda Seni</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 23:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengaku suka mengumpulkan benda-benda seni dan langka yang di dapatnya dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Pria kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, menjelaskan benda seni yang dimaksud adalah lukisan dan pajangan-pajangan unik dan antik. Ia menyimpan benda-benda seni yang dikumpulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara Garin Nugroho mengaku suka mengumpulkan benda-benda seni dan langka yang di dapatnya dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.</p>
<p>Pria kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, menjelaskan benda seni yang dimaksud adalah lukisan dan pajangan-pajangan unik dan antik.</p>
<p>Ia menyimpan benda-benda seni yang dikumpulkan dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri itu di rumahnya.</p>
<p>Khusus Indonesia, sutradara dari film Daun Di Atas Bantal itu mengaku suka berburu barang seni yang unik dan langka di Jogjakarta, Bali dan banyak kota lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya suka ke Jogjakarta, Bali dan beberapa tempat lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun dari seluruh barang seni, ia mengaku paling menyukai lukisan dengan berbagai corak. Meski demikian, ia mengaku suka semua benda seni yang dimilikinya tanpa ada satu yang dianggapnya paling favorit.</p>
<p>Ia juga mengatakan benda seni yang ia kumpulkan cukup banyak sehingga sulit untuk mengingat jumlah pastinya.</p>
<p>Pentolan dari tim teater Opera Jawa itu juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada kesibukan, ia lebih suka berada di rumah bersama keluarga dan menikmati benda-benda seni yang ia kumpulkan. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2010/01/garin-nugroho-suka-mengumpulkan-benda-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin: Buku Saya Murni Olok-Olok Politik</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 23:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film yang kini juga menelurkan sebuah buku berjudul &#8220;SBY Superhero&#8221;, Garin Nugroho menyatakan bahwa buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik. Menurut Garin Nugroho dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu, buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta (ANTARA News) &#8211; Sutradara film yang kini juga menelurkan sebuah buku berjudul &#8220;SBY Superhero&#8221;, Garin Nugroho menyatakan bahwa buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik.</p>
<p>Menurut Garin Nugroho dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu, buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia dengan beragam masalah namun tidak ada penyelesaian akhirnya.</p>
<p>&#8220;Seperti masalah KPK sekarang, masyarakat sepertinya disuguhi opera sabun dengan banyak tokoh yang berperan di dalamnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu bertindak progresif dengan membuat terobosan dalam masalah tersebut dan tidak hanya mengadalkan konsensus.</p>
<p>&#8220;Jika tidak ada tindakan terobosan dari Presiden, masyarakat tidak akan tahu mana yang benar atau salah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, seniman asal Yogyakarta Djoko Pekik menyatakan kebingungannya akan alasan Garin menggunakan kata &#8220;superhero&#8221; dalam buku tersebut. &#8220;Tetapi setelah membaca saya jadi tahu alasannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap kondisi masyarakat Indonesia semakin baik begitu pula pemimpinnya.</p>
<p>Dalam bedah buku tersebut juga dimeriahkan pertunjukan sulap dari Tedjo Bagus yang menggambarkan &#8220;permainan&#8221; elite politik untuk meraih kemenangan.</p>
<p>&#8220;Saya lebih memilih main sulap untuk mengkritisi buku ini, karena belum pernah ada sebelumnya orang yang membedah buku melalui sulap,&#8221; katanya setengah bercanda.</p>
<p>Permainan sulap yang dipertunjukkannya,antara lain menghilangkan barang dan juga menyulap sebuah barang menjadi barang dalam wujud lain.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/11/garin-buku-saya-murni-olok-olok-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggagas Festival Lima Gunung Raih Penghargaan</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 23:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) memberikan penghargaan kepada penggagas Festival lima gunung di Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut. Direktur Yayasan SET, Garin Nugroho secara langsung memberikan penghargaan tersebut kepada Tanto Mendut pada acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22 Yayasan SET di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam. Garin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) memberikan penghargaan kepada penggagas Festival lima gunung di Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut.</p>
<p>Direktur Yayasan SET, Garin Nugroho secara langsung memberikan penghargaan tersebut kepada Tanto Mendut pada acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22 Yayasan SET di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam.</p>
<p>Garin salut kepada Tanto Mendut karena kegigihannya untuk memberdayakan masyarakat di lima gunung yaitu Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh dalam berkesenian.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri tidak sanggup untuk melakukannya. Di lima gunung banyak sekali partisipan seniman,&#8221; katanya.</p>
<p>Garin melihat komunitas lima gunung merupakan sebuah tempat workshop kesenian.</p>
<p>&#8220;Indonesia memerlukan mereka yang mengerti bagaimana mengembangkan partisipasi masyarakat tanpa menjadi sebuah proyek,&#8221; tambah Garin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Tanto Mendut mengatakan dirinya memilih tinggal di sekitar Candi Mendut, Kecamatan Borobudur, Magelang untuk mengekspresikan cara dia berkesenian.</p>
<p>Tanto Mendut berhasil menumbuhkan kepercayaan masyarakat desa untuk berekspresi, yang kini telah mampu tampil dalam berbagai panggung kesenian di berbagai daerah di Indonesia, bahkan pentas di luar negeri.</p>
<p>Meski berhasil menjadi masyarakat seni, penduduk desa lima gunung tersebut tidak berganti profesi dan tetap menjadi petani.</p>
<p>Festival lima gunung sendiri telah digelar delapan kali meski penyelenggaraannya bukan merupakan festival yang mewah dengan biaya besar.</p>
<p>Rangkaian acara HUT Yayasan SET juga menampilkan kolaborasi seni Garin Nugroho dan Franky Sahilatua, pidato kebudayaan dari aktivis Fadjrul Rakhman, dan pentas seni dari Nadine Candrawinata.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Yayasan SET meluncurkan mini seri Kisah Keluarga Parikin dengan sutradara Sugeng Wahyudi dan program baru Panggung Teater PADI serta pembuatan film di Wakatobi yang disutradarai Kamila Andini.</p>
<p>Acara yang digelar di Teater Kecil TIM tersebut dihadiri oleh aktivis anti korupsi Teten Masduki, anggota DPR Djojo Susilo dan Arif Mudatsir Mandan.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/08/penggagas-festival-lima-gunung-raih-penghargaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin &#8211; Franky Sepanggung Mendongeng Pancasila</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 23:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) &#8211; Sutradara film, Garin Nugroho dan penyanyi balada, Franky Sahilatua akan tampil sepanggung dalam acara &#8220;Dongeng Pancasila&#8221; yang diselenggarakan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Surabaya, 15 Juni mendatang. Hanif Nashrullah selaku panitia penyelenggara, di Surabaya, Jumat mengatakan, pertunjukan yang digelar di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu terbuka untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya (ANTARA News) &#8211; Sutradara film, Garin Nugroho dan penyanyi balada, Franky Sahilatua akan tampil sepanggung dalam acara &#8220;Dongeng Pancasila&#8221; yang diselenggarakan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Surabaya, 15 Juni mendatang.</p>
<p>Hanif Nashrullah selaku panitia penyelenggara, di Surabaya, Jumat mengatakan, pertunjukan yang digelar di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu terbuka untuk umum dan gratis.</p>
<p>&#8220;Kami berharap `Dongeng Pancasila` menjadi salah satu alternatif cara berkomunikasi dalam memberikan pendidikan kewarganegaraan kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Apalagi, menurut dia, di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan Pemilu Presiden 2009 justru semakin membuat masyarakat tidak cukup respek pada nilai dasar seperti Pancasila, karena hanya dianggap sebagai dongeng belaka.</p>
<p>Oleh karena itu, Garin Nugroho telah menyiapkan 14 cerita dongeng berisi pesan-pesan kebangsaan yang akan dibawakan dengan cerdas dan menarik dalam durasi 120 menit.</p>
<p>&#8220;Dia akan mengisahkan Pancasila lewat dongeng dengan kisah-kisah sederhana, seperti kisah Soekarno, Marcopollo, Tanah Damai dan Perang, dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Di tengah dongeng, Franky Sahilatua akan mendendangkan syair-syair yang dikenal sarat dengan tema sosial kemasyarakatan yang selama ini sering dimainkan di panggung-panggung musik nonkomersial.</p>
<p>Dalam setiap lagu yang dimainkan Franky, Garin akan mengajak hadirin mendengarkan dongeng demi dongeng sesuai dengan tema lagu tersebut.</p>
<p>&#8220;Nilai kebangsaan dikomunikasikan berdasarkan perjalanan kedua sosok seniman ini lewat dongeng. Sebuah dongeng gabungan antara visi, pengalaman, emosi, empati, dan cara berpihak terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat,&#8221; kata Hanif.  (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-franky-sepanggung-mendongeng-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: Sineas Nasional Sering Berpikir Instan</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 23:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Para sineas atau pelakuk perfilman nasional sering berpikir instan dengan hanya menargetkan agar filmnya laku di pasaran, bukan mencari kualitas tontonan. &#8220;Buktinya, tidak ada satu pun film nasional yang layak diikutsertakan dalam festival internasional,&#8221; kata sutradara kawakan, Garin Nugroho di Jakarta, Rabu. Menurut Garin, para sineas nasional belakangan ini tidak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Para sineas atau pelakuk perfilman nasional sering berpikir instan dengan hanya menargetkan agar filmnya laku di pasaran, bukan mencari kualitas tontonan.</p>
<p>&#8220;Buktinya, tidak ada satu pun film nasional yang layak diikutsertakan dalam festival internasional,&#8221; kata sutradara kawakan, Garin Nugroho di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Menurut Garin, para sineas nasional belakangan ini tidak mau bersusah payah dan hanya ingin mendapatkan hasil yang cepat.</p>
<p>Akibatnya, film-film yang dihasilkan hanya dengan tujuan bisnis dan keuntungan semata, bukan menargetkan kualitas yang dapat diapresiasi.</p>
<p>Fenomena pola pikir instan sineas nasional itu dapat dilihat dari semakin menipisnya ketertarikan masyarakat untuk menonton film.</p>
<p>Meskipun jumlah film yang diproduksi cukup banyak tapi kemampuannya menjaring penonton masih sangat jauh dari harapan.</p>
<p>Selain cara penggarapan yang kurang profesional, thema-thema yang diangkat pun tidak bervariasi dan hanya itu-itu saja.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak horor, (thema yang diangkat) ya komedi seksual,&#8221; katanya.</p>
<p>Rendahnya kualitas perfilam nasional itu menyebabkan penyeleksi film internasional tidak mengikutkan hasil produksi Indonesia dalam festival tingkat dunia tersebut.</p>
<p>Selain itu, kata Garin, sulit didapatkan aktor dan aktris berkualitas yang mampu &#8220;menghanyutkan&#8221; penonton melalui peran yang dilakoni.</p>
<p>&#8220;Dari sekian banyak aktor dan aktris nasional, paling hanya tiga sampai lima orang yang bagus,&#8221; katanya.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: Masyarakat Harus Dewasa Sikapi &#8220;Fitna&#8221;</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2008/04/garin-nugroho-masyarakat-harus-dewasa-sikapi-fitna/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2008/04/garin-nugroho-masyarakat-harus-dewasa-sikapi-fitna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sineas Garin Nugroho mengatakan masyarakat harus dewasa dan kritis menyikapi film &#8220;Fitna&#8221; yang sebenarnya merupakan teknik propaganda di era milenium ketiga. &#8220;Sekarang ini banyak sekali film-film semacam `Fitna`. Maka masyarakat harus berhati-hati, lebih kritis dan dewasa menyikapi film itu,&#8221; ujar Garin di Jakarta, Selasa. Film &#8220;Fitna&#8221; yang beredar di laman (situs) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Sineas Garin Nugroho mengatakan masyarakat harus dewasa dan kritis menyikapi film &#8220;Fitna&#8221; yang sebenarnya merupakan teknik propaganda di era milenium ketiga.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini banyak sekali film-film semacam `Fitna`. Maka masyarakat harus berhati-hati, lebih kritis dan dewasa menyikapi film itu,&#8221; ujar Garin di Jakarta, Selasa.</p>
<p>Film &#8220;Fitna&#8221; yang beredar di laman (situs) internet &#8220;youtube&#8221; setelah pertama kali ditayangkan oleh pengelola sebuah situs pada 27 Maret lalu memicu reaksi beragam di masyarakat muslim di Indonesia dan masyarakat dunia.</p>
<p>Sutradara film &#8220;Opera Jawa&#8221; dan &#8220;Daun di Atas Bantal&#8221; ini menilai wajar bila umat Islam bereaksi keras terhadap film &#8220;Fitna&#8221;. Namun ia tidak menganjurkan sikap reaktif dan anarkis dalam menyikapi film buatan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders yang isinya menistakan Kitab Suci Al-Quran itu.</p>
<p>&#8220;Sekarang saatnya kita menyadari bahwa itu (Fitna) merupakan strategi komunikasi dari pihak-pihak tertentu untuk melancarkan propaganda,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Garin umat Islam sebaiknya mencontoh Nabi Muhammad yang sangat pandai bercerita dan selalu mengajarkan hal-hal yang baik saja. Karena itu, lanjutnya, umat Islam sebaiknya menyampaikan hal-hal yang baik dan nilai-nilai yang baik saja.</p>
<p>&#8220;Tidak usah bersikap berlebihan. Itu kan bukan film, tapi alat propaganda,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu gelombang aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta memprotes film &#8220;Fitna&#8221; terus mengalir. Setelah Front Pembela Islam (FPI) mendemo pada Senin (31/3), giliran anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Selasa (1/4) melakukan demonstrasi di depan kedutaan yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan itu.</p>
<p>HTI memprotes keras pembuatan dan penayangan serta pengedaran film &#8220;Fitna&#8221; dan menuntut agar film itu ditarik dari peredaran dan Geert Wilders dihukum berat. HTI juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menekan pemerintah Belanda agar menghentikan peredaran film itu.</p>
<p>Puluhan anggota HTI berunjuk rasa sambil berorasi dan membawa spanduk yang mengecam Geert Wilders. Aksi yang dijaga oleh puluhan anggota kepolisian itu sempat memacetkan jalur lambat Jalan Rasuna Said karena separuh jalur tersebut digunakan oleh para pengunjuk rasa.(*)</p>
<p>Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/4/1/garin-nugroho-masyarakat-harus-dewasa-sikapi-fitna/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2008/04/garin-nugroho-masyarakat-harus-dewasa-sikapi-fitna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Nugroho: LSF Harus Diubah</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2008/02/garin-nugroho-lsf-harus-diubah/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2008/02/garin-nugroho-lsf-harus-diubah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 05:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Tugas dan fungsi serta kewajiban Lembaga Sensor Film (LSF) harus diubah agar sesuai tuntutan jaman, kata sutradara kondang Garin Nugroho. Ditemui di sela penandatanagan MOU kerjasama antara dirinya dan Televisi Berlangganan ASTRO di Jakarta, beberapa hari lalu, Garin menyatakan, jumlah perwakilan dalam tubuh lembaga tersebut sebanyak 45 orang pun terlalu &#8220;gemuk&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Tugas dan fungsi serta kewajiban Lembaga Sensor Film (LSF) harus diubah agar sesuai tuntutan jaman, kata sutradara kondang Garin Nugroho.</p>
<p>Ditemui di sela penandatanagan MOU kerjasama antara dirinya dan Televisi Berlangganan ASTRO di Jakarta, beberapa hari lalu, Garin menyatakan, jumlah perwakilan dalam tubuh lembaga tersebut sebanyak 45 orang pun terlalu &#8220;gemuk&#8221;.</p>
<p>&#8220;Buat saya jumlahnya sedikit saja, sembilan orang cendikiawan dan kaum bijaksana yang tahu gaimana melindungi masyarakat (dari pengaruh film),&#8221; kata sutradara Bulan Tertusuk Ilalang itu.</p>
<p>Para anggota LSF, katanya lagi, juga harus berani melakukan langkah-langkah terobosan demi kemajuan dan perkembangan perfilman nasional secara kuantitas dan kualitas.</p>
<p>Menyinggung adanya wacana untuk membubarkan LSF, Garin menyatakan dirinya tidak sependapat.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan LSF penting sebagai benteng yang melindungi masyarakat umum dari pengaruh dan propaganda film yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bahwa LSF harus berubah ya, tetapi jangan dibubarkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sutradara yang banyak meraih penghargaan internasional atas karya-karyanya itu berpendapat, &#8220;LSF bisa ditiadakan hanya jika hukum dan sanksi-sanksi terhadap pelanggaran kode etik film sudah berjalan baik.&#8221;</p>
<p>Membandingkan kondisi di Indonesia dengan di Amerika Serikat, Garin menyatakan bahwa di negara adi daya itu semua perangkat pelindungnya sudah berjalan baik.</p>
<p>&#8220;Masyarakat kode etik di berbagai bidang kehidupan sosial masyarakatnya banyak sekali dan berfungsi. Di kita belum,&#8221; katanya.(*)</p>
<p>Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/2/26/garin-nugroho-lsf-harus-diubah/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2008/02/garin-nugroho-lsf-harus-diubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garin Shooting Calonarang Shandi Murti</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2007/12/garin-shooting-calonarang-shandi-murti/</link>
		<comments>http://www.garinnugroho.com/2007/12/garin-shooting-calonarang-shandi-murti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 05:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (ANTARA News) &#8211; Sutradara kenamaan Garin Nugroho menyatakan bahwa film terbarunya &#8220;Under The Tree&#8221; (di bawah pohon) akan juga menampilkan adegan Calonarang, yakni seni pertunjukan berbau magis di Pulau Dewata. Untuk kepentingan itu, Kamis (20/12) malam kru &#8220;Under The Tree&#8221; akan mengambil gambar pertunjukan yang akan digarap grup Sandhi Murti, kata Garin Nugroho, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Denpasar (ANTARA News) &#8211; Sutradara kenamaan Garin Nugroho menyatakan bahwa film terbarunya &#8220;Under The Tree&#8221; (di bawah pohon) akan juga menampilkan adegan Calonarang, yakni seni pertunjukan berbau magis di Pulau Dewata.</p>
<p>Untuk kepentingan itu, Kamis (20/12) malam kru &#8220;Under The Tree&#8221; akan mengambil gambar pertunjukan yang akan digarap grup Sandhi Murti, kata Garin Nugroho, di Denpasar, Rabu.</p>
<p>Senada dengan Garin, IG Ngurah Hartha, pimpinan Sandhi Murti menyebutkan, pagelaran Calonarang untuk melengkapi film yang mengangkat tentang perempuan Bali itu, akan dilakukan grupnya di Pura Puseh Tegalsuci, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar.</p>
<p>Seperti biasa, pertunjukan selain diisi parade sejumlah topeng &#8220;rangda&#8221; yang menyeramkan, juga ada pelaku yang berperan sebagai mayat hidup.</p>
<p>Menariknya, kata Ngurah Hartha, aktor yang nantinya berperan sebagai mayat hidup adalah penulis skenario dan dramawan kenamaan, Ikranegra.</p>
<p>Sebagaimana layaknya jenazah, mantan dosen IKJ yang warga asal Jembrana, Bali itu, nantinya akan dibungkus menggunakan kain kapan, lengkap dengan kain penutup keranda (rurub).</p>
<p>Setelah semua prosesi tentang kematian dilakukan di arena pertunjukan, mayat hidup akan dibawa ke kuburan terdekat untuk dimakamkan secara simbolis.</p>
<p>Demikian antara lain cuplikan adegan Calonarang yang digelar dalam rangkaian &#8220;shooting&#8221; film Under The Tree karya Garin Nugroho.</p>
<p>Pada tema sentralnya, film di Bawah Pohon lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan.</p>
<p>Selain itu, film layar perak dengan durasi 1,5 jam itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin &#8220;meledak&#8221;, kata Garin menambahkan.</p>
<p>Ia mengaku sangat prihatin melihat tentang semakin melebarnya krisis sosial dan lingkungan di masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, krisis lingkungan terjadi setelah terlebih dahulu diawali dengan munculnya krisis sosial, yakni ketidakberdayaan masyarakat kebanyakan dalam bidang ekonomi.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak ada daya upaya, tentu perhatian mereka pada lingkungan. Ya&#8230;dirusaklah hutan untuk memenuhi kebutuhan,&#8221; ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.</p>
<p>Garin menyebutkan, di masa mendatang krisis model ini akan terus meluas jika tidak dilakukan upaya optimal untuk menanggulangi krisis sosial di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Penanggulangan krisis dan kerusakan lingkungan, harus dimulai dari pemecahan masalah sosial,&#8221; kata jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1980 itu.</p>
<p>Mengingat itu, lanjut dia, masalah sosial dan lingkungan, menjadi begitu penting untuk digunjingkan dan dipersoalkan dalam film Under The Tree, yang pengambilan gambarnya dilakukan selama kurang lebih 20 hari di Pulau Dewata.</p>
<p>Film karya Garin yang ke-10 itu, dikerjakan setelah sutradara yang memulai karirnya lewat film &#8220;Cinta Tentang Sepotong Roti&#8221; 1991, sukses besar lewat karyanya yang ke-9, &#8220;Opera Jawa&#8221;, yang mampu menembus kancah perfilman di sejumlah negara.(*)</p>
<p>Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2007/12/19/garin-shooting-calonarang-shandi-murti/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.garinnugroho.com/2007/12/garin-shooting-calonarang-shandi-murti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
