<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Garin Nugroho: Sineas Nasional Sering Berpikir Instan</title>
	<atom:link href="http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Apr 2010 03:31:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: cory</title>
		<link>http://www.garinnugroho.com/2009/06/garin-nugroho-sineas-nasional-sering-berpikir-instan/comment-page-1/#comment-6203</link>
		<dc:creator>cory</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 14:09:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.garinnugroho.com/?p=47#comment-6203</guid>
		<description>kenapa rata-rata film indonesia akhir-akhir ini lebih terkesan untuk mencari untung daripada menghasilkan suatu karya seni yang minimal mendapat komen yang baik dari berbagai kalangan?
bukankah membuat film seperti genre-genre yang disebutkan di atas hanya membuang-buang uang, tenaga, dan waktu?
apakah pernah mereka (para sineas, produser ataupun pelaku lainnya) berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak?

haaahh, sebenarnya sdh byk org yg berkomentar jelek thdp industri perfilman indonesia, dan saya yakin para pelaku perfilman juga byk yg sadar itu. tp, kenapa msh terus berlanjut sampai sekarang? apa mrk berniat membodoh-bodohi bangsanya sendiri demi suatu materi yg sebenarnya bs didapat dr byk cara lain toh?

well, mungkin lebih baik ada tambahan syarat untuk menjadi seorg sutradara, mungkin dengan ditambahnya persyaratan jenjang pendidikan seperti minimal S2 atau S3..haha..atau dikasih penyuluhan atau pendidikan yg lbh baik &gt;&gt; &quot;ini contoh film yg baik, nah ini yg jelek...&quot;

berharap lebih baik aja tahun ini dan kedepannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa rata-rata film indonesia akhir-akhir ini lebih terkesan untuk mencari untung daripada menghasilkan suatu karya seni yang minimal mendapat komen yang baik dari berbagai kalangan?<br />
bukankah membuat film seperti genre-genre yang disebutkan di atas hanya membuang-buang uang, tenaga, dan waktu?<br />
apakah pernah mereka (para sineas, produser ataupun pelaku lainnya) berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak?</p>
<p>haaahh, sebenarnya sdh byk org yg berkomentar jelek thdp industri perfilman indonesia, dan saya yakin para pelaku perfilman juga byk yg sadar itu. tp, kenapa msh terus berlanjut sampai sekarang? apa mrk berniat membodoh-bodohi bangsanya sendiri demi suatu materi yg sebenarnya bs didapat dr byk cara lain toh?</p>
<p>well, mungkin lebih baik ada tambahan syarat untuk menjadi seorg sutradara, mungkin dengan ditambahnya persyaratan jenjang pendidikan seperti minimal S2 atau S3..haha..atau dikasih penyuluhan atau pendidikan yg lbh baik &gt;&gt; &#8220;ini contoh film yg baik, nah ini yg jelek&#8230;&#8221;</p>
<p>berharap lebih baik aja tahun ini dan kedepannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
