10 June 2009

Garin Nugroho: Sineas Nasional Sering Berpikir Instan

Posted by admin under: Uncategorized .

Jakarta (ANTARA News) – Para sineas atau pelakuk perfilman nasional sering berpikir instan dengan hanya menargetkan agar filmnya laku di pasaran, bukan mencari kualitas tontonan.

“Buktinya, tidak ada satu pun film nasional yang layak diikutsertakan dalam festival internasional,” kata sutradara kawakan, Garin Nugroho di Jakarta, Rabu.

Menurut Garin, para sineas nasional belakangan ini tidak mau bersusah payah dan hanya ingin mendapatkan hasil yang cepat.

Akibatnya, film-film yang dihasilkan hanya dengan tujuan bisnis dan keuntungan semata, bukan menargetkan kualitas yang dapat diapresiasi.

Fenomena pola pikir instan sineas nasional itu dapat dilihat dari semakin menipisnya ketertarikan masyarakat untuk menonton film.

Meskipun jumlah film yang diproduksi cukup banyak tapi kemampuannya menjaring penonton masih sangat jauh dari harapan.

Selain cara penggarapan yang kurang profesional, thema-thema yang diangkat pun tidak bervariasi dan hanya itu-itu saja.

“Kalau tidak horor, (thema yang diangkat) ya komedi seksual,” katanya.

Rendahnya kualitas perfilam nasional itu menyebabkan penyeleksi film internasional tidak mengikutkan hasil produksi Indonesia dalam festival tingkat dunia tersebut.

Selain itu, kata Garin, sulit didapatkan aktor dan aktris berkualitas yang mampu “menghanyutkan” penonton melalui peran yang dilakoni.

“Dari sekian banyak aktor dan aktris nasional, paling hanya tiga sampai lima orang yang bagus,” katanya.(*)

One Comment so far...

cory Says:

19 March 2010 at 2:09 pm.

kenapa rata-rata film indonesia akhir-akhir ini lebih terkesan untuk mencari untung daripada menghasilkan suatu karya seni yang minimal mendapat komen yang baik dari berbagai kalangan?
bukankah membuat film seperti genre-genre yang disebutkan di atas hanya membuang-buang uang, tenaga, dan waktu?
apakah pernah mereka (para sineas, produser ataupun pelaku lainnya) berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak?

haaahh, sebenarnya sdh byk org yg berkomentar jelek thdp industri perfilman indonesia, dan saya yakin para pelaku perfilman juga byk yg sadar itu. tp, kenapa msh terus berlanjut sampai sekarang? apa mrk berniat membodoh-bodohi bangsanya sendiri demi suatu materi yg sebenarnya bs didapat dr byk cara lain toh?

well, mungkin lebih baik ada tambahan syarat untuk menjadi seorg sutradara, mungkin dengan ditambahnya persyaratan jenjang pendidikan seperti minimal S2 atau S3..haha..atau dikasih penyuluhan atau pendidikan yg lbh baik >> “ini contoh film yg baik, nah ini yg jelek…”

berharap lebih baik aja tahun ini dan kedepannya…

Leave a Reply

Browse

Calendar

June 2009
M T W T F S S
« Jul   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Links